Selasa, 03 Juli 2012

Teknik Fotografi: Pemotretan Gerak


Misi agan-agan dan agan-wati serta teman-temin sekalian yang masih setia dengan "Epicentrum",,kali ini aku mau bahan masalaha fotogarafi lagi nih.
setelah kemaren bermain dengan bukaan diafragma "Arperture" sekrang kita bermain dengan Shutter Speed. sekiranya aku gak perlu jelasin lagi ya,,apa itu shutter speed..intinya itu adalah kecepatan membuka/menutupnya "rana" atau tirai yang akan mengatur seberapa lama cahaya masuk ke dalam kamera..
teman-temin sekalian dapat mengabadikan gerak dengan menggunakan lampu kilat atau rana dengan kecepatan tinggi. Namun, efek bergerak bukan hanya muncul karena sebuah gambar tampil dengan tajam. Ada kalanya, gambar yang ingin kalian tampilkan harus tampil blur untuk memberikan kesan gerak. Berikut ini beberapa teknik yang kerap dipakai untuk memberi kesan gerak pada foto.
1.Teknik Blurring
Salah satu cara paling efektif memberi kesan bergerak pada sebuah foto adalah dengan membiarkan subjek menjadi blur. Untuk memotret subjek yang bergerak menjadi blur diperlukan kecepatan rana rendah. Kecepatan rana yang diperlukan tergantung pada beberapa faktor. Kecepatan subjek yang bergerak menjadi pertimbangan utama. Sebuah mobil F1 yang melaju kencang mungkin akan menjadi blur pada eksposure dengan kecepatan rana 1/500 detik. Sementara itu, pejalan kaki akan menjadi blur pada kecepatan rana 1/30 detik saja.
Faktor penting lainnya adalah sudut pandang dari arah mana dilakukannya pemotretan dan jarak dari subjek pemotretan. Subjek yang bergerak melintas dari samping akan menjadi blur lebih cepat dibandingkan dengan subjek yang bergerak menjauh atau mendekati pemotret secara frontal. Subjek yang bergerak di dekat kalian akan lebih blur jika dibandingkan subjek yang bergerak jauh dari kalian.
nah untuk contoh diatas,aku mengambil  gambar tersebut dengan kecepetan 0.3 detik,,itu sudah cukup memberi efek blur pada gerakan arus air. tetapi efek selanjutnya yang mungkin terjadi adalah Shaking atau gambar goyang. se tenang-tenangnya manusia punya keterbatasan untuk menahan goncangan dari kamera,,olah sebab itu untuk melakukan trik ini dianjurkan menggunakan tripod..dan untuk mencegah cahaya berlebih menggunakan filter ganda lebih dianjurkan.
2. Teknik Panning
Panning adalah cara lain untuk memberikan kesan gerak pada foto. Ketika melakukan panning, agan-agan diharuskan mengikuti subjek selama eksposure. Jika terlaksana dengan baik, hasilnya menjadikan subjek menjadi relatif lebih tajam dibandingkan dengan backgroundnya yang hampir sepenuhnya blur. Jarang dihasilkan subjek yang sepenuhnya tajam. Namun, beberapa bagian subjek yang mengalami blur justru memperkuat kesan gerak dari foto.
Teknik panning digunakan ketika teman-teman menginginkan kesan bergerak pada subjek tidak hilang
Pemotretan panning harus terencana. Ambillah subjek yang terpisah cukup baik dari background. Cobalah temukan background yang memiliki warna cerah atau berciri jelas yang akan menghasilkan pola menarik dari warna-warna yang diblur. Pada saat pemotretan, waktu yang tepat dan halusnya gerakan kamera merupakan faktor yang sangat penting. Awali mengikuti subjek sebelum melepas rana, lepaskan rana, lakukan terus hingga terdengar suara klik rana menutup kembali. Putar seluruh badan saat mengikuti gerakan subjek, jangan melakukan hanya dengan menggerakkan kepala dan bahu saja. Panning membutuhkan kemampuan praktek, terkadang fotografer profesional pun tidak selalu berhasil dalam setiap jepretannya. 
jadi kalu foto aku diatas berhasil melakukan panning bukan karena aku jago atau sudah pro lho, tapi yang namanya fotografi sering tak terlepas dari faktor kebruntungan,hehe..
Panning menggunakan rana berkecepatan rendah, biasanya 1/15 atau 1/30. Penggunaan kecepatan rana lebih rendah membutuhkan tripod untuk mencegah timbulnya gerakan vertikal kamera yang tidak diinginkan. Untuk mencegah overexposure dengan kecepatan rana rendah pada cuaca terang, gunakan film berkecepatan rendah.
3.Teknik Freezing 
Penggunaan rana dengan kecepatan rendah pada subjek yang bergerak akan menimbul­kan blur yang memberi kesan gerak. Selain itu, penggunaan kecepatan tinggi juga dapat memberikan kesan gerak dengan membekukan gerakan yang sedang berlangsung, pemotretan ini lazim disebut freezing. Hasilnya adalah foto yang mem­perlihatkan subjek foto tepat di tengah gerakan yang sedang dilakukan.
Karena menggunakan kecepatan rana tinggi, gambar subjek menjadi jelas/tidak blur. Pemotretan freezing yang baik membutuhkan perencana­an. Jika mengetahui atau dapat yang bergerak memperkirakan arah yang akan dilalui subjek, teman-teman semuas akan dapat menentukan sudut kamera, pencahayaan, latar belakang, jarak fokus, dan eksposure. Dengan demikian, kalian dapat lebih berkonsentrasi memperhatikan subjek tersebut. Yang tidak kalah pentingnya adalah mengantisipasi puncak gerakan yang akan di freeze. Ketika teman-teman sekalian bekerja dengan rana berkecepatan tmggi, hampir selalu harus diimbangi dengan film berkecepatan tinggi untuk mendapatkan hasil terbaik. Film berkecepatan tinggi memungkinkan teman-teman mendapat diafragma besar. Hasilnya adalah depth off field yang lebih lebar.
4.Teknik Zooming
Zooming merupakan teknik foto untuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa pada saat eksposure. Perubahan panjang fokus hanya dapat dilakukan dengan lensa zoom.

Untuk mendapatkan kesan gerak, teman-teman harus menggunakan kecepatan rana tidak lebih dari 1/30 detik. Pada saat pemotretan, dalam waktu bersamaan dengan proses eksposure, titik fokus lensa diubah dengan menarik lensa zoom ke dalam atau ke arah luar (untuk jenis zoom yang ditarik) atau dengan cara menggeser titik fokus lensa ke kiri atau ke kanan (untuk lensa zoom jenis gelang). Sebaiknya, gunakan tripod untuk menopang kamera pada saat pemotretan. Tempatkan subjek utama pada bagian tengah foto. Pada bagian ini, ketajaman gambar relatif lebih baik dari bagian lain.
Teknik zooming. Menimbulkan kesan gerak pada subjek yang diam
Efek zooming terbaik akan diperoleh jika background memiliki kontras dan warna yang bervariasi. Besarnya efek zooming yang diperoleh tergantung pada berapa cepat gerakan tangan teman-teman mengubah fokus pada saat eksposure. Teknik ini dapat digunakan baik pada siang hari atau pada malam hari/kondisi pencahayaan kurang. Jika pemotretan dilakukan malam hari, kalian dapat memakai waktu pencahayaan lama dan akan memperoleh efek lampu yang membentuk garis-garis panjang cahaya.
nah itu tadi beberapa teknik ataupun trik dalam dunia fotografi,,
aku disini juga seorang newbie yang masih harus banyak belajar kok,,aku disini posting bukan untuk sok jago tapi murni untuk membagi sedikit pengetahuan yang aku punya untuk teman-teman sekalian agar ilmju tidak sia-sia kan harus dibagi,,lagi pula kalau teman-teman mau mencari di mbah Google pun banyak kok tentang trik-trik semacam ini..

oke semoga bermanfaat..
salam jepreet...!!

wassalamulalikum..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar